Pages

Wednesday, September 3, 2008

Adik Kecil


"Kenapa hidup ni susah sangat yek Umi?" Adik kecil menyoal. Gusar.

Ada keruh pada wajahnya."Hidup kan ujian bagi orang beriman. Untuk Allah menilai siapa antara kita yang beramal soleh. Hidup mungkin saja syurga bagi orang
yang mencintai dunia, tetapi dunia hanyalah padang permainan untuk
kita. Sampai masanya, kena 'balik' juga," perempuan separuh abad itu
membuka bicara. Terasa menusuk ke kalbu. Aku hanya diam, berbuat tak
tahu. Mencuri dengar, sebenarnya.
"Tak larat. Umi, Adik sedih. Kakak pun sedih..." Dia mengadu lagi.
"Sabarlah. Lalui kesusahan dengan redha, di situ ada kekuatan. Ujian
datang bukan untuk menyiksa jiwa kita, tetapi sebagai penguat jiwa.
Supaya kita lebih dekat pada-Nya. Itupun jika kita memilih untuk
dekat pada-Nya. Sayang pada-Nya. Sayang Tuhan tak?" Perempuan
separuh umur itu memujuk lagi. "Sayang. Tapi Adik rasa macam nak hidup dalam mimpi. Nak mimpi syurga. Umi jauh, Abah jauh. Tokwan jauh. Camne," dia merengek. Ada sayu pada nada suaranya.
"Jika benar mahu menurut langkah pejuang, Adik mesti kuat. Jika
benar mahu turut sama membangkit ummat, Adik mesti tabah. Thabat.
Adik kena hadapi ujian yang tersedia ini. Mesti. Dia kan ada. Maha
Pengasih, Maha Penyayang. Carilah Dia, selangkah Adik mendekati,
seribu langkah Dia menghampiri, " kata-kata itu diringi tumpahan air
mata. Adik kecil menangis teresak-esak.
"Kakak, Umi kata Adik kena kuat. Jom kita jadik kuat. Jangan sedih-
sedih. Allah ada. Jom kita cari Dia," Adik kecil berpaling,
berbicara dengan aku. Serentak, si kecil itu berlari keluar.
Aku termangu di sudut itu, terkesima dengan Adik kecil itu. Dia,
yang sekecil itu, pandai memujuk aku. Subhanallah.
Sejurus selepas itu, aku tersedar. Adik?
Itu, rupanya mimpiku.

Adik yang sungguh kuat. Kita bagaimana?

"Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta." - Surah Al-Ankabut:2-3

"Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi darjatnya, jika kamu orang-orang yang beriman." -Surah Ali-Imran:139

Ramadhan datang sekali lagi

Assalamualaikum wbt

Maaf kerana kekurangan kesempatan mengemas blog ini..

Buat pembaca tetap yang sentiasa mengupdate blogku yang tak seberapa ini =P

Sempena hari kemerdekaan negara kita Malaysia yang ke-51 semalam, hari ini umat Islam menyambut bulan mulia Ramadhan Al-Mubarak.

“Wahai orang-orang yang beriman! Kamu diwajibkan berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang dahulu daripada kamu, supaya kamu bertakwa.”- Surah Al-Baqarah:183

Petikan dari kuliah subuh dari Ustaz Dawi Cahyono pagi tadi bahawasanya di bulan Ramadhan, semua umat Islam mendapat kemerdekaan daripada jin dan syaitan lantaran semua jin dan syaitan ini dibelenggu di bulan yg mulia ini. Sabda Rasulullah s.a.w:

“Apabila tibanya malam pertama bulan Ramadan dibelenggu syaitan-syaitan dan jin yang derhaka.” - Hadis riwayat al-Tirmizi

Namun begitu, disebut dalam firman Allah:

“Katakanlah (wahai Muhammad): AKU berlindung kepada (ALLAH) Pemelihara sekalian manusia, yang Menguasai sekalian manusia, TUHAN yang berhak disembah oleh sekalian manusia, dari kejahatan pembisik yang timbul tenggelam, yang melemparkan bisikan dan hasutannya ke dalam hati manusia, (iaitu pembisik) dari kalangan jin dan manusia.” – Surah al-Nas: 1-6.

Disebut dalam ayat di atas mengenai kewujudan syaitan mahupun jin dari jenis manusia. Sebenarnya ALLAH sendiri telah memerintahkan kita agar berwaspada dan memohon perlindungan kepada-NYA dari hasutan kelompok seperti ini. Ustaz Dawi juga menyebut 3 amalan yang baik dilakukan di bulan Ramadhan iaitu:

i.Zikrullah

ii. ZikrulQuran

iii. Zikrulmaut


Diriwayatkan juga dalam suatu hadis, sabda Rasulullah s.a.w:

“Apabila masuk bulan Ramadan, pintu-pintu langit dibuka dan pintu-pintu neraka jahanam ditutup.” - Hadis riwayat al-Bukhari

Allah membuka pintu langit seluas-luasnya pada bulan Ramadhan yang mulia ini untuk menurunkan limpahan rahmatNya kepada sekalian hamba-hambaNya serta segala amalan-amalan berbentuk ketaatan kepadaNya akan naik secara terus kepadaNya. Pintu-pintu neraka pula ditutup serapat-rapatnya pada bulan Ramadhan. Ia menunjukkan bahawa pada bulan Ramadhan yang mulia ini hamba-hamba Allah yang tekun beribadah dan menurut segala perintahNya terlindung daripada dorongan untuk melakukan perbuatan-perbuatan terlarang yang boleh menjadi penyebab untuk mereka dicampakkan ke dalam api neraka.

Oleh itu sahabat-sahabat, mari kita sama-sama mengambil peluang mentarbiyah diri di bulan ibadah ini=)

Untuk kuliah subuh seterusnya, mungkin dapat dikongsi oleh sahabat-sahabat yang lain. Nantikan siri kuliah dan pengisian yang lain=P. InsyaAllah..

p/s: hiasi wajah anda dengan senyuman=)

Kerana sepotong doa

Assalamualaikum
terpanggil ana untuk sama-sama berkongsi info dari suatu sumber
yang mungkin boleh kita jadikan renungan untuk mengkoreksi diri
sejauh mana kita mengingati saudara-saudara kita, apatah lagi utk berkorban demi mereka..

Du'a of Sheikh Muhammad al-Mohaisany, Imam of Masjidil Haram

The du’a was made after taraweeh salah Ramadhan 1422 AH
Note : Sheikh al-Mohaisany was arrested bt the taghout regime of Saudi Arabia immediately after he made the du’a..

Oh Allah, to whom belongs All Glory and Grandeur
Oh Allah The Omnipotent, The Supreme, The Greatest, The Highest
We ask you Your Glory and Power and victory for the Mujahideen in your cause
Oh Allah, remain beside them, and with them, give then triumph, strengthen them
Oh Allah, unite their vision, focus the aim of their weaponry, and consolidate their word
And O Allah, fix their hearts, O Allah handle, take care of their enemies (2x)
O Allah, dissipates their congregation, and shatter their integrity, and weaken their strengths, and throw fear in their hearts
O Allah, our fates are in your hands, and our affairs all return to You, and our conditions are not obscured from Your knowledge
To You do we raise our misery, and our sorrow, and our complaint
To You, and You alone do we complain the injustice of the oppressors (2x)
And the cruelty of the faajereen, and the wrath of the betraying criminals
To You, O Allah do we complain the injustice of the spiteful Christians
O Allah, the night (the dark reign) of the oppressors has indeed lengthened (3x)
The animosity if the atheist has extended deep, and the heads of the criminals
Oh Allah, Oh Allah, send upon then a hand from the truth, to raise with it our humiliation,
And to return to us our dignity, and to destroy our enemy with it, Oh Allah
Oh Allah, take care of the source of injustice and oppression (2x)
Oh Allah, direct your force against America, the center of Kufr and Fasaad (2x)
Oh Allah, of them you are All-Aware, they spread fasaad in Your lands, and they killed Your slaves, and they insulted Your religion,
Oh Allah, of them You are All-Aware, and over them All-Powerful, Oh Allah, direct your forces against them(2x)
Oh Allah, send upon then the Storms of ‘Aad, and the Cry of the Thamoud, and the Typhoon of the people of Noah,
Oh Allah, send upon them that which descends from the skies, and of that which exudes from the lands
O Allah, disintegrate their country, O Allah, make them into divided countries and scattered parties,
O Allah, Ever-Living and Omnipotent, Make contain them within a fist’s grip of Your slaves (2x)
O Allah, make hurricanes a constant for them (2x)
O Allah release our captured brothers, O Allah, release them, O Allah strengthen them, O Allah make them steady on their faith,
O Allah make possible a means for them, O Allah handle those who torture them (3x)
O Allah eradicate them with Your power and Omnipotence,
O Allah, make their plots against us a cause for their destruction, and their slyness, slyness against them,
O Lord of the worlds, O Allah, Ever-Living and Omnipotent, O Most-Mighty and Most-Gracious,
Hearer of all prayer, ever so close, accepting to all prayers,
We all pray to You, full aware of Your promise, and of Your acceptance, for You have said and Your speech is the truth:

“Pray to Me, for I accept your prayers”,

O Allah accept our prayers for us,
O Allah, Ever-Living and Omnipotent, The Omnipotent over all that is in the heavens and the earth,
We ask you to save Al-Aqsa from the cruelty of the Jews (2x)
O Allah, free Al-Aqsa from every black-hearted Kafir,
O Allah, lay our eyes rest on a liberated Aqsa, and on the defeat of the spiteful Jews,
O Most-Mighty and Most-Gracious,
All creatures are unto You humiliated, meek
O Allah, our creator from a single soul, O Allah, Highest in status, O Allah, Greatest in Strength
We ask You glory for Islam and Muslims,
O Allah, Ever-Living and Omnipotent,
O Allah guard the hardworking scholars (2x), and make steadfast those sincere in inviting to Your path, and raise the positions of those who order righteousness, and who forbid evil, and bestow the same mercy upon those Muslims who enjoin them,
O Allah, Ever-Living and Omnipotent, O Most-Mighty and Most-Gracious
O Allah, he who devoted himself to hurt them, talking to defame their honor, and tracking their refuge, and for whom You have willed no guidance
O Allah, make misery his destiny (2x), and disaster in his path,
O Allah, convert his health to disease, and his strength into sickness, and his wealth into poverty, and his power into weakness…Amiinn.


Saturday, August 23, 2008

Ratapan Gadis di atas Kubur

Dengan rambut terurai yang kusut masai, seorang gadis kecil berlari-lari sambil menangis mengikut jenazah ayahnya yang diusung menuju tempat perkuburan. Melihat iringan jenazah melalui hadapan rumahnya, Hasan Al-Basri yang duduk di depan pintu bangun dan bergabung dengan iringan tersebut.

“Ayah, mengapa begitu singkat umurmu?” ratap gadis kecil itu mengikut iringan itu.

Hasan Al-Basri melihat keadaan gadis itu hatinya merasa tersentuh, perasaannya menjadi hiba. Takdir telah menentukan bahawa gadis sekecil itu harus kehilangan bapa, padahal gadis seumurnya sangat memerlukan perlindungan dan bimbingan seorang bapa.

Keesokan harinya, ketika Hasan Al-Basri kembali duduk di muka pintu seperti hari kelmarin, gadis kecil itu melalui di hadapan rumahnya lagi. Gadis itu berlari-lari kecil sambil meratap dan menangis menuju makam ayahnya. Perkara itu membuatkan Hasan Al-Basri mengikutnya dari belakang. Dia ingin tahu apa yang akan dibuat oleh gadis kecil itu. Setibanya di pemakaman, Hasan Al-Basri melihat gadis kecil itu memeluk makam ayahnya, pipinya diletakkan di atas longgokan tanah sambil meratap. Dari persembunyiannya, Hasan Al-Basri selalu mengikut apa yang dilakukan oleh gadis kecil itu dan dia mendengar apa yang diucapkannya.

“Ayah, malam ini engkau sendirian terbaring dalam kegelapan kubur, tanpa lampu penerang dan penghibur. Jika malam kelmarin, aku masih boleh menyalakan penerangan untukmu. Tapi sekarang, siapakah yang menerangimu dan siapa pula yang menghiburmu? Ayah, malam kelmarin aku masih boleh membentangkan tikar untuk alas tidurmu, tapi sekarang siapakah yang akan membentangkan tikar untukmu? Jika malam kelmarin aku boleh memicit tangan dan kakimu, sekarang siapakah yang akan memicitmu?” terdengar rintihan memilukan dari gadis kecil itu. Hasan Al-Basri yang terdengar dari tempat persembunyian menjadi tersentuh hatinya.

“ Ayah, jika kelmarin aku yang menyelimut tubuhmu, tetapi kini siapa yang telah menyelimutmu malam tadi,” kembali terdengar suara gadis itu di antara isak tangisnya. “Kelmarin engkau masih boleh memanggilku Ayah, dan aku menjawab untukmu, tetapi semalam siapa yang engkau panggil dan siapa pula yang akan menjawabmu?”

“Ayah, jika kelmarin engkau minta makan dan aku yang melayani, apakah kau semalam minta makan? Dan siapa pula yang melayanimu? Dahulu aku yang selalu memasak makanan untukmu, tetapi kelmarin siapa yang memasak untukmu?”

Kerana tidak tahan mendengar ratapan-ratapan mengharukan gadis kecil di atas makam ayahnya itu, Hasan Al-Basri keluar dari persembunyiannya dan mendekati gadis itu, tiadk terasa air matanya menitis jatuh kerana terharu.

“Anakku, janganlah au berkata seperti itu,” kata Hasan Al-Basri setelah berusaha menenangkan hati gadis kecil itu. “Seharusnya ucapkanlah kata seperti ini:

Ayah, kau telah kukafani dengan kain kafan yang bagus, masihkah kau memakai kain kafan itu? Dan kata orang soleh bahawa, kain kafan orang yang telah meninggal ada yang diganti dengan kain kafan syurga dan ada pula yang dari neraka. Kain kafan dari mana yang ayah kenakan sekarang?

Ayah, kelmarin aku telah meletakkan tubuhmy yang segar bugar dalam kubur, masih segarkah tubuhmu hari ini?”

Gadis kecil itu terus sahaja mendengarkan ucapan yang dicontohkan Hasan Al-Basri tanpa henti.

“Ayah, orang-orang alim mengatakan bahawa semua hamba esok ditanya esok ditanya tentang imannya. Di antara mereka ada yang boleh menjawab, tetapi ada juga yang Cuma membisu. Yang kufikirkan, apakah ayah boleh menjawab atau hanya membisu?

Ayah, katanya bahawa kubut itu boleh dibuat menjadi luas atau sempit. Bagaiman kubur ayah sekarang, bertambah luas atau bertambah sempit? Dan kubur itu katanya merupakan sebahagian taman dari taman syurga, tetapi boleh juga merupakan sebuang lubang adri lubang neraka. Yang sedang kufikirkan, bagaimana kubur ayah sekarang? Taman syurga atau lubang neraka?

Ayahku, katanya bahawa liang kubur boleh menghangati mayat dengan memeluknya seperti pelukan ibu terhadap anaknya, tetapi boleh juga juga merupakan lilitan erat yang menghancurkan tulang-tulang. Bagaimanakah keadaan tubuh ayah sekarang? Jangan-jangan ayah dihimpit lubang kubur.

Ayah, orang soleh mengatakan, orang dikebumikan itu ada yang menyesal mengapa dahulu semasa hidupnya tidak memperbanyakkan amalan baik, justeru menjadi penderhaka, dan banyak melakukan maksiat. Yang kutanyakan pada Ayah, apakah engkau termasuk orang yang menyesal kerana perbuatan maksiat atau menyesal kerana sedikitnya melakukan amal kebaikan?

Ayah, dulu setiap kali aku memanggilmu engkau selalu menjawab, tetapi kini engkau kupanggil-panggil tidak lagi mahu menjawab. Kini engkau telah berpisah denganku, dan tidak akan berjumpa lagi hingga hari kiamat. Semoga Allah tidak menghalang perjumpaanku denganmu.”

Demikianlah beberapa nasihat Hasan Al-Basri yang disampaikan kepada gadis kecil itu dalam meratapi ayahnya yang sudah meninggal.

“Sungguh baik nasihat bapa, aku sangat berterima kasih sekali,”kata gadis itu.

Kemudian, Hasan Al-Basri mengajak gadis itu pulang, meninggalkan kubur ayahnya.

[petikan dari buku Cerita-cerita Inspirasi untuk Kecemerlangan Diri Wanita]

Moral of the story:

Antara pengajaran yang boleh diambil ialah, kasihi ibu bapa selagi mereka masih lagi hidup di dunia.

Firman Allah:

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
Surah Al-Israa’:23

Sesungguhnya mati itu adalah pasti sebagaimana firman Allah:

Katakanlah: "Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah." Tiap-tiap umat mempunyai ajal Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya. (Surah Yunus:49)

Friday, August 22, 2008

HITAM

Bismillahirrahmanirrahim

Di kesempatan yang singkat ini, saya cuba menulis juga di samping membersihkan ‘habuk2’ di blog ini=)

Ada apa dgn 21 Ogos? Pada 21 Ogos 1969, seorang warga Australia bernama Dennis Michael telah membakar Masjid Al-Aqsa, masjid ketiga paling mulia bagi penganut Islam. Dalam peristiwa itu, mimbar Al-Aqsa hampir runtuh. Dalam peristiwa kebakaran tersebut, pihak briged bomba tidak pun datang untuk memadamkan kebakaran walaupun balai bomba terletak berhampiran dengan Al-Aqsa. Namun dengan kekuasaan Allah, akhirnya api yang marak itu terpadam dan keadaan masjid kembali selamat. Orang Yahudi berpura-pura mengambil tindakan dengan kononnya ingin menyelesaikan masalah tersebut di mahkamah mereka. Michael mendakwa dia dihantar oleh Tuhan untuk membakar Al-Aqsa dan akhirnya laktullah tersebut dibebaskan atas alasan kurang siuman oleh si Yahudi. Negara-negara Islam bersatu untuk mempertahankan bumi suci Palestin. Semenjak hari itulah, 21 Ogos pada setiap tahun dikenali sebagai Al-Quds Day.

[terjemahan daripada artikel sempena Remembrance of Al-Quds 2008 di UTP]

Pada 21 Ogos 2008 kami bersama-sama mengenakan pakaian serba hitam. Bukanlah sebagai tanda berkabung, sebaliknya sebagai satu tanda bersama-sama berkongsi kesedihan, kegelapan dan kekejaman pada saudara-saudara di Palestin yang sudah beratus tahun dijajah.

Apa yang ingin dikongsi di sini, ada kita sedar dan peduli kesengsaraan saudara-saudara kita yang dilanda kekejaman? Bukan hanya di Palestin, bahkan Iraq, Kosovo, Lubnan, Afghanistan, Thailand, dan banyak lagi. Apakah pertolongan kita pada mereka?

Hadis Rasulullah saw:

“Sesiapa yang bangun pagi tanpa mengingati Allah swt. atau tidak berminat untuk berusaha semata mata untuk Allahs swt. maka Allah swt. tidak kena mengena dengannya. Dan sesiapa yang bangun pagi dengan tiada mengambil berat hal ehwal kaum muslimin bukanlah sebahagian dari kita.”

Sempena mengimbau peristiwa Al-Aqsa, saya ingin mengajak anda memperingati peristiwa-peristiwa kekejaman tentera Zionis dan gerila-gerila Yahudi pada umat Islam di Palestin.

31 Mac 1948, kumpulan militan dan pengganas Yahudi yang dikenali sebagai Hajnah membunuh semua penduduk Kampung Abu Kabir yang cuba melarikan diri.

9 April tahun yang sama, kumpulan Hajnah dan Argun yang diketuai oleh Manachem Bergin (kemudiannya menjadi perdana menteri Israel) membunuh 250 orang Islam di Dir Yasin, 100 daripadanya wanita. Penduduk yang masih hidup diangkut dengan trak dan diarak di hadapan penduduk Yahudi untuk dilontar dengan batu.

14 mei 1948, hari British mengakhiri penjajahannya ke atas bumi Palestin, menyaksikan pembunuhan kejam yang dilakukan oleh pengganas Israel ke atas 50 umat Islam di Kampung Abu Syasyah. Sebahagian mereka ditembak dengan senjata api dan sebahagian yang lain pula dipecahkan kepala mereka dengan kapak.

11 Julai 1948, Komando Yahudi diketuai oleh Moshe Dayan menyerang kampong Al-Lad. Umat Islam lari menyelamatkan diri ke dalam masjid. Namun, mereka dikepung dan dibunuh di situ. Seramai 176 orang dibunuh di masjid berkenaan. Mereka yang hidup dihalau keluar. Sebahagian mereka meninggal dunia di pertengahan jalan kerana kelaparan.

29 Oktober pula pembunuhan kejam di ‘Albiyyun. Semua penduduk diarah berkumpul di sebuah kawasan lapang. Mereka ditembak dari semua arah.

Pada hari terakhir tahun berkenaan 31 Disember 1948, kumpulan Hajnah sekali lagi menyerang dan membunuh 60 penduduk Islam di Kmapung As Syeikh. Kebanyakan mereka dibunuh di dalam rumah sendiri.

Peristiwa yang menggemparkan dunia, di mana berlakunya pembunuhan beramai-ramai umat Islam di dua perkhemahan perlarian iaitu di Sabra dan Syatilla, Selatan Lubnan. Tiga hari berturut-turut (16-18 September), tentera Israel pimpinan Ariel Sharon melakukan keganasan membunuh lebih 3000 orang Islam di situ.

Mari kita imbau juga perjuangan salah seorang mujahid Palestin termasyhur yang syahid Ahmad Ismail Yasin, atau dikenali sbg Syeikh Ahmad Yasin yang juga pengasas Harakatul Muqawamatil Islamiyyah (HAMAS). Sungguhpun seluruh tubuhnya lumpuh, hilang upaya melihat pada maya kanannya dan kabur mata kirinya, pihak Zionis masih gerun dengan tokoh ini. Bahkan berkali-kali serangan untuk membunuhnya dilancarkan. Dan akhirnya, pada hari Isnin 22 Mac 2004, di kala masyarakat Malaysia sibuk menerima keputusan pilihanraya umum, Allah memperkenankan cita-cita tokoh utama perjuangan umat Islam Palestin ini untuk menyertai rombongan syuhada’. Ketika itu, beliau baru sahaja selesai berjemaah solat Subuh di masjid.

Firman Allah :

Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu- nunggu dan mereka tidak merobah (janjinya). Surah Al-Ahzab:23


Apakah perasaan anda? Adakah anda masih buat tak endah akan saudara-saudara seIslam kita di luar sana?

Dan untuk peringatan kita pada hari ini dan seterusnya, adakah kita telah mendoakan saudara-saudara kita hari ini??


Monday, August 4, 2008

Hari ini dalam sejarah

Hari ini dalam sejarah hidup berjaya jga mederma darah. Kalau sebelum ni, dapat tgk shbt2 yang menderma dari luar je. Alasannya, “ Saya takut jarum.” Mulanya memang tak nak. Senyum-senyum sambil menggeleng bila pekerja hospital kat dalam tanya adekah saya nak menderma. Sememangnya dah lama mahu menderma tapi selalu tak berkesempatan atau tak datang lagi keberanian. Nasib baik tadi ade seorang senior muslimat sama-sama ingin menderma. Kami pon masuk bersama-sama.

Dari tangan kiri ke tangan kanan. Akhirnya tersalah cucuk pulak. Ingatkan nak lari dah. Mujur orang dalam bilik derma darah tak ramai. Penderma-penderma lain pon terjengah-jengah saya si katil. “ Haish, janganlah pandang-pandang. Orang tengah nervous nih,” bisik dalam hati. Ada jururawat yang bercerita tentang muka saya yang katakutan pada kakak senior saya. Kakak senior saya memandang dari katil depan member sokongan moral. Datang pula seorang lagi jururawat. “Sekali lagi je,dik. Boleh?”. Saya mengangguk. Proses menderma bertukar semula ke tangan kiri. “Sekali ni je tau. Kalau tak dapat jgak, sya cancel,” cakap dalam hati jela.

Akhirnya, dapat jgak menderma. Tak ingat berapa lama berada dalam bilik menderma darah tu. Tapi lepas melalui kesukaran bersame jarum yg besar tersebut, semua berjalan lancar. Tapi tangan yang tersalah cucuk ni pula yang lebih sakit. Ujian~

Setelah beberapa lama berehat seketika lepas satu pain darah dikeluarkan, maka berangkatlah saya keluar dengan penuh rasa berjaya. Ucapan-ucapan tahniah bertubi-tubi diterima. Demikianlah pengalaman menderma darah buat kali pertamanya hari ini.

Moral of the story, ni baru jarum ambil darah. Belum lagi kena pedang, tombak mahupun panah. Disebut dalam siri perang Badar, seorang pemuda bernama Muadz bin Amru melihat Abu Jahal sedang dikelilingi oleh beberapa orang tentera Quraisy. Dia menerpa ke arah ketua tentera Quraisy itu lalu melibaskan senjatanya mengenai betis Abu Jahal. Ikramah anak Abu Jahal yang berada di situ bertindak balas berjaya menetak tangan Muadz hampir putus. Namun Muadz tidak mengalah. Dia terus menyerang Abu Jahal. Apabila Muadz merasa tangannya yang terkulai itu menyusahkan dia menyerang maka dipijak tangannya yang terkulai itu sehingga putus. Kemudian dia terus menyerang Abu Jahal. Abdullah bin Masud yang melihat peristiwa itu datang membantu lalu berjaya memenggal leher Abu Jahal sehingga putus.

Ternyata sebatang jarum itu tidak lagi sebanding senjata mereka. Bahkan, dicucuk dua kali dengan jarum tersebut tidak sama dengan kesakitan dilibas dengan pedang, bahkan merentap tangan yang terkulai sendiri hingga putus. Allahuakbar!~

**Senyum selalu**

Sunday, August 3, 2008

Bukan Salah Ibu Mengandung....

Assalamualaikum wbt dan selamat sejahtera untuk semua. Tergerak hati saya untuk menulis selembar coretan untuk kali ini.

Digemparkan dengan berita pembuangan mayat bayi di sebuah IPT di Malaysia. Tiba-tiba hati saya rasa sayu. Bayi yang tak berdosa menjadi mangsa perbuatan manusia yang terlupa batas dosa pahala. Salah siapa? Salahkah ibu yang mengandung? Atau bapa? Adik beradik? Guru di sekolah? Kawan-kawan yang mengajak buat perkara yang tak sepatutnya? Atau jiran tetangga yang tidak hirau hal orang di sebelah rumahnya? Atau kerana lelaki yang merosakkan lagi tidak bertanggungjawab? Atau salah rakan-rakan sekelas yang tidak mengingatkan? Kakak-kakak atau abg-abg senior yg sepatutnya membimbingnya? Atau pemimpinnya? Atau salah SAYA?

Dalam kebejatan isu sosial yang semakin menular, menjadi kewajipan kita selaku saudara seislam untuk saling mengingatkan. Dalam Surah Ali-Imran, ayat 104, Allah berfirman yang bermaksud :

Dan hendaklah ada antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang maaruf dan mencegah daripada yang mungkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Allah SWT juga memberi peringatan dalam Surah Al-Isra, ayat 16 yang bermaksud :
Apabila Kami hendak menghancurkan satu perkampungan itu, Kami banyakkan bilangan orang kaya dan mereka melakukan perbuatan fasik, sehingga berhaklah Tuhan menghukum dan Kami akan hancurkan.

Kejadian ini bukan luar biasa wahai sahabat sekalian. Bahkan sudah muak dan jelak didengar di media massa. Hikmahnya, kita disentap dan direntap dengan peringatan dariNya. Di mana kita hingga ada yang jadi begini? hingga wujud kejadian- kejadian seumpama ini di persekitaran kita? Apa telah kita lakukan? Adakah kita salah seorang penyumbangnya?

Simpati. Paling simpati pada bayi tersebut. Tidak diminta lahir ke dunia. Dari cara yang tidak diredha. Tapi sesungguhnya Allah itu Maha Adil dan Maha Penyayang. Allah ambil ia kembali. Tak perlu hidup di dunia yang bergelumang dosa.

Sahabat-sahabat,kebanyakan peristiwa seperti ini bermula dengan perkara yang dianggap remeh di kalangan remaja. Couple. Sudah seakan-akan menjadi tabiat yang tidak boleh ditinggalkan di kalangan remaja. Daripada suka-suka dan ingin mencuba, akhirnya terbiasa. Natijahnya? Renungkanlah para sahabat. Tepuk dada tanya iman. Letakkan seketika kegembiraan dan kemanisan di tepi dalam membuat pertimbangan. “Tidak, kami tidak pernah bertemu. Sekadar bersms shj.” “Ala, normal la tu, biasa-biasa je. Kami tahu nak bezakan mana yang baik dan mana yang buruk.” “Jagalah tepi kain sendiri. Kami tahu apa yang kami buat. Mak ayah kami pon tahu.” Jangankan nanti sudah terhantuk baru nak terngadah. Iblis terlompat-lompat kegembiraan bertepuk tangan kerana misinya berjaya.

Teringat saya akan perbualan dua orang sahabat bila ditanyakan tentang isu ini. Mengapa orang memilih jalan couple. “Saya perlukan tempat untuk meluahkan perasaan dan berkongsi masalah saya. Perasaan dan masalah yang tak mampu dikongsikan dengan orang lain termasuk ibu bapa dan keluarga.” Ya, kita pantas mencari manusia untuk berkongsi masalah dan perasaan. Lebih-lebih kaum perempuan [saya pon perempuan jga]. Tapi kadang- kala kita terlupa. Siapakah pemberi masalah dan siapakah yang pasti ada penyelesaian bagi setiap permasalahan. Kita selalu merujuk kepada makhluk tapi lupa pada Khaliq.

Ingatlah wahai wanita sekalian akan janji Allah:

Perempuan-perempuan jahat untuk laki-laki jahat, laki-laki jahat untuk perempuan-perempuan jahat pula, perempuan-perempuan baik untuk laki-laki baik, laki-laki baik untuk perempuan-perempuan baik. Mereka itu (orang-orang baik) terlepas dari tuduhan yang mereka katakan, untuk mereka ampunan dan rezeki yang mulia. (An-Nur : 26)

Persiapkanlah diri dan baikilah diri untuk menjadi peneman dan penyokong peneman hidup, ibu buat anak-anak yang bakal dilahirkan. Semoga kita di kalangan wanita-wanita yang Allah janjikan lelaki yang baik sebagai peneman hidup, bapa, pemimpin sama ada keluarga, masyarakat atau agama ini sendiri.

Sebelum saya akhiri thread ini. Cuba kita sama-sama renungkan. Hari esok, berapa orang perempuan lagi akan dirosakkan. Berapa orang lagi bayi luar nikah yang akan dilahirkan atau ditinggalkan waima meninggal dunia. Dan di mana kita?


Wajah Suci

Album : TigaSatuTiga
Munsyid : Mestica
http://liriknasyid.com

Wajah suci itu tidak berdosa
Mengapa dia dibiar begitu saja
Sedih pilu menatap rupanya
Kaku terdampar di lembah hina

Apa dosanya si kecil itu
Belum sempat dia memanggil ibu
Sampai hati engkau dizalimi
Oleh mereka yang tiada simpati

Tubuh kecil itu mahu dihargai dihormati
Dimakamkan dia bukan dibuang sesuka hati
Dimanakah nilai ehsan insani
Apa dosanya si kecil itu

Kerana kasih tersasar tujuan hidup
Hingga lahir zuriat yang bukan pilihan
Buntu tiada jalan penyelesaian
Lalu si anak dibuang di jalanan
(Mengapa tiada simpati dan kasihan)

Sayu hati melihat nasib dirimu
Bagai tiada nilainya di sisi
Wajah sucimu telah dinodai
Namun lahirnya ada nilainya
Di sisi Allah engkau mulia
bagai kain putih kau tiada dosa
Bertaubatlah mereka yang hina