Pages

Saturday, June 5, 2010

Carta Lagu [Tribute to Palestine and to the Muslims]

Assalamualaikum wbt...

By Micheal Heart

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they're dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight



Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who's wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze


We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight



Font size


Sunday, May 23, 2010

Bakal Keluarga dan Keluarga

Assalamualaikum wbt

Untuk yang bakal berkeluarga, a very nice and interesting article to be read taken from this link..



2 more papers to go for this semester...
wondering on when will i sit for my very final last paper...

meninggalkan itu lebih menarik dari ditinggalkan...they are leaving..
yet one day, I'll be leaving as well...[phm ke? tak paham tape]

*********************

Misi jalan ke Ipoh semalam, singgah sebentar di Petronas [bukan pantun]
sempat mencapai paper Metro [bayar dulu]

Tajuk muka depan cukup membuat diri ini tertarik + geram + byk lagi...

"Isteri dalam pantang ditendang suami"

- Sedikit ulasan, suami menendang perut dan muka mangsa yang sedang dalam pantang melahirkan anak ketiga dengan kasut but [suami seorang bomba] dan dibelasah sebab isteri nak minta guna kereta menyebabkan isterinya pengsan selama sejam. Dan kereta itu adalah kereta isteri dia [geram dah ni]...dan suami dikatakan ada hubungan dengan wanita lain dan tidak pedulikan keluarga."

Sekadar gambar hiasan

"Anak kongsi beg sekolah"

- Ulasan lagi, seorang ibu tunggal membesarkan 4 anak sendirian selepas ditinggalkan suami sejak dua tahun lalu. 2 anak bersekolah. Kadang-kadang anak tak bersekolah kerana tiada wang belanja, malah yuran sekolah belum dibayar. 2 anaknya jguga menghidap asma dan lebih teruk jika demam. Sebahagian pendapatan (RM450) terpaksa disimpan untuk membeli ubat.

"Isteri dibelasah depan anak"

- Ulasan, cerita pertama oleh Kak Mawar (bukan nama sebenar) tidak mengalami masalah sebelum dikurniakan anak untuk 10 tahun pertama perkahwinan. Suami bertukar panas baran selepas anak pertama, kedua dan ketiga. Pernah dia dipukul depan anak-anak, anak menangis ketakutan dan merayu dia tidak membantah apa yang dilakukan suami bagi mengelakkan tindakan yang lebih teruk. Pernah ditumbuk sekuat hati di muka dan badan serta dibelasah semahunya hanya kerana menegur tanggungjawab yang diabaikannya selama ini.

- Cerita kedua oleh Kak Hani (bukan nama sebenar), juga sering dipukul walaupun ketika mengandung. Pada bulan kelima mengandung, dia pernah dicekik suami [layak ke nak jadi suami ni,heh~] disebabkan tidak berpuas hati dengan perbuatannya ketika itu dan pernah suami ini memukul hingga pecah bibir kerana terlalu marah. Bahkan sepanjang 9 bulan mengandung tak pernah bagi bantuan kewangan sebaliknya Kak Hani menggunakan wang simpanannya sendiri.


Sama-sama kita renungkan...Inikah bentuk keluarga muslim yang lahir hari ini. Berita-berita ini hanya ada pada paper METRO semalam..paper lain? hari lain? masa lain? yang tak masuk paper? pukul, simbah asid, parang isteri...dll


Tak terfikir nak berceloteh panjang...rasanya anda pun boleh menyumbang dalam entri ini..

Tuhanku berfirman : "Lelaki (suami) itu pelindung bagi perempuan (isteri).." An-Nisa': 34

Kalau melihat orang pukul kucing pun kita marah, inikan pula seorang ibu....

Tuesday, May 4, 2010

Carta Lagu 13

Assalamualaikum wbt..

Persembahan dan lagu yang baik untuk diinsafi bersama..



********************

Tajuk : Ku Milik MU
Munsyid : Azhan Atan

Jauh ku tinggalkan kisah semalam
Jauh ku tinggalkan duka kelmarin
Kusut jiwa menyesakkan dada
Kecamuk hati ini tak pernah ku luah

Ketika Kau kurniakan
NikmatMu kepadaku
Terasa diri dlimpahi RahmatMu

(chorus)
Ku mohon Engkau pimpinlah kelemahan hati ini
Agar aku selalu di jalan RedhaMu
Tak putus memujiMu
Moga tak Kau biarkan dan lontarkan diriku
Bersama mereka yang di dalam kemurkaanMu

Tuhan kepadaMu aku meminta
Jangan Kau biarkan aku terleka
Dan tenggelam dalam nikmat dunia
Terlupa yang ku miliki semua milikMu

Hanyalah keikhlasan serta pengabdianku
Menjadi lafaz syukurku kepadaMu

Dan ku kembali padaMu Tuhan
Yang Menciptakan


Thursday, April 29, 2010

FATHER FORGETS

Assalamualaikum wbt...

Sejak beberapa hari yang lepas, buku How to Win Friends and Influence People tulisan Dale Carnegie sering saya pegang, walaupun tak habis-habis lagi dibaca..

Tertarik untuk share satu petikan artikel dari Father Forgets tulisan W. Livingston Larned yang diselitkan dalam buku ni..

Father Forgets

Listen,son: I am saying this as you lie asleep, one little paw crumpled under your cheek and the blond curls stickily wet on your damp forehead. I have stolen into your room alone. Just a few minutes ago, as I sat reading my paper in the library, a stifling wave of remorse swept over me. Guiltily I came to your bedside.


There are the things I was thinking, son: I had been cross to you. I scolded you as you were dressing for school because you gave your face merely a dab with a towel. I took you to task for not cleaning your shoes. I called out angrily when you threw some of your things on the floor.

At breakfast I found fault, too. You spilled things, you gulped down your food. You put your elbows on the table. You spread butter too thick on your bread. And as you started off to play and I made for my train, you turned and waved a hand and called,"Goodbye Daddy!" and I frowned, and said in reply,"Hold your shoulders back!"

Then it began all over again in the late afternoon. As I came up the road I spied you, down on your knees, playing marbles. There were holes in your stockings. I humiliated you before your boyfriends by marching you ahead of me to the house. Stockings were expensive - and if you had to but them you would be more careful! Imagine that, son, from a father!


Do you remember, later, when I was reading in the library, how you came in timidly, with a sort of hurt look in your eyes? When I glanced up over my paper, impatient at the interruption, you hesitated at the door. "What is it you want?" I snapped.

You said nothing, but ran across in one tempestuous plunge, and threw your arms around my neck and kissed me, and you small arms tightened with an affection that God had set blooming in your heart and which even neglect could not wither. And then you were gone, pattering up the stairs.

Well, son, it was shortly afterwards that my paper slipped from my hands and a terrible sickening fear came over me. What has habit been doing to me? The habit of finding fault, or reprimanding - this was my reward to you for being a boy. It was not that I did not love you; it was that I expected too much of youth. I was measuring you by the yardstick on my own years.

And there was so much that was good and fine and true in your character. The little heart of you was as big as the dawn itself over the wide hills. This was shown by you spontaneous impulse rush in and kiss me good night. Nothing else matter tonight, son. I have come to your bedside in the darkness, and I have knelt there, ashamed!

It is a feeble atonement; I know you would not understand these things if I told them to you during your waking hours. But tomorrow i will be a real daddy! I will chum with you, and suffer when you suffer, and laugh when you laugh, I will bite my tongue when impatient words come. I will keep saying as if it were a ritual: "He is nothing but a boy - a little boy!"

I am afraid I have visualized you as a man. Yet as I see you now, son, crumpled and weary in your cot, I see that you are still a baby. Yesterday you were in your mother's arm, your head on her shoulder. I have asked too much, too much.



Something to be pondered..not only to father..but mother also may forget...
Instead of condemning people, let's try to understand them...~_~"


Tuesday, April 13, 2010

AA :: Ayah & Anak (Gej Sosial Part 1)

Assalamualaikum wbt

"Kita bercakap pasal anak-anak remaja perempuan berpakaian tidak senonoh, berbuat zina, buang anak dan sebagainya. MANA??? MANA AYAHNYA?? MANA SAUDARA LELAKINYA?? MANA DATUKNYA??" hadirin sekalian sunyi, tersentak barangkali dengan soalan-soalan ini.


"Tuan-tuan sudah menCUAIkan tanggungjawab menjaga kami, kaum muslimat," pedas, tajam berbaur sebak teguran puan penceramah, Prof Madya Dr Harlina Halizah Siraj dan ceramah terbuka minggu lepas bersama beberapa lagi orang penceramah yang lain. Perkataan CUAI ditekan tinggi.

Pengalaman speaker sebagai pakar dalam bidang Obstetriks & Ginekologi selama lebih 20 tahun mendedahkannya dengan begitu banyak kes gejala sosial melibatkan prototype-prototype sex education yang semakin meruncing.

"Berapa banyak kali di sini, tuan-tuan puji anak-anak perempuan tuan-tuan??" suara penceramah semakin tinggi.. dari kejauhan, nampak dahinya berkerut menahan sedih. Tiba-tiba terasa tekakku perit, bergetar.

Betapa kekurangan mengucap kata-kata pujian semudah 'cantik anak ayah' menyebabkan remaja perempuan ini tercari-cari dan mendambakan kata-kata pujian ini daripada lelaki yang tidak selayaknya baginya. Lelaki yang ajnabi.
Maka, layulah anak-anak ini dek layanan, kata-kata manis, pujian, pelukan dan apa sahaja lagi yang tidak sepatutnya diterima sebelum masanya oleh orang-orang yang tidak sepatutnya.


Sedangkan anak-anak yang sudah biasa menerima pujian dari ayahnya sendiri sudah punyai perisai mendepani rayuan, kata-kata manis lelaki yang cuba mengambil kesempatan.

Semudah kata-kata pujian dari sang ayah. Kata-kata dan didikan ayah itu lebih terkesan berbanding didikan ibu.


Nah, fikir2kan...



p/s: Mungkin ada kelainan dari segi dialog speaker, tapi maksudnya insyaAllah masih sama.

Yang Berbeza::Yang Tidak Serupa (Part 1)

Assalamualaikum wbt

sekadar perkongsian:

KONSERT JOM HEBOH DI KELANTAN CIPTA SEJARAH


KOTA BHARU, 28 Mac - Penganjur Konsert Jom Heboh yang berlangsung di Stadium Sultan Mohd Ke-IV, di sini malam tadi mengotakan janji untuk mematuhi syarat dikenakan kerajaan negeri, antaranya pengasingan tempat duduk antara penonton lelaki dan perempuan. Selain itu, hanya artis lelaki - tiada artis perempuan sebagaimana lazimnya - yang membuat persembahan pada konsert Jom Heboh pertama selepas perlancaran di Stadium Bukit Jalil hujung Februari lalu.

Menurut Ketua Pegawai Eksekutif Rangkaian Media Prima, Dato' Sri Farid Ridzuan, pihaknya bercadang untuk menjadikan konsert Jom Heboh di Kota Bharu sebagai model bagi konsert seterusnya di negeri-negeri lain bermula di Johor Bahru selepas ini. Sambil melahirkan rasa kagumnya di atas sambutan amat menggalakkan, Ahmad Farid secara jujur mengakui Kelantan adalah negeri yang begitu berjaya bagi penganjuran program Jom Heboh selama dua hari bermula 26 hingga 27 Mac.

Menurut beliau, TV3 selaku penganjur program Jom Heboh tiada masalah untuk memenuhi syarat dikenakan kerajaan negeri mengikut Enakmen Kawalan Hiburan Kelantan 1998 termasuk pengasingan tempat duduk lelaki dan wanita serta tiada persembahan melibatkan artis wanita.

“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar.. kita akur akan syarat dikenakan.. begitu juga Baginda Tengku Mahkota Kelantan yang berangkat pada hari pertama program (Jumaat).. Baginda sangat gembira melihat rakyat negeri ini mengambil kesempatan membawa bersama keluarga masing-masing khasnya bagi mengikuti program Al-Kulliyyah.

“Saya juga ingin memohon maaf kepada kerajaan Kelantan sekiranya selama dua hari Jom Heboh berada di Kelantan ada sedikit sebanyak kekurangan yang berlaku dan ia akan ditingkatkan pada masa akan datang.

“Saya lihat penonton begitu gembira hadir ke konsert ini walaupun mereka di bahagikan kepada tiga tempat yang dihalang dengan pagar besi di antara satu sama lain,” katanya ketika ditemui sejurus konsert berakhir malam tadi.

Dianggarkan lebih 50,000 penonton, kebanyakannya golongan muda mudi membanjiri segenap ruang Stadium Sultan Mohd Ke-IV untuk mengikuti konsert Jom Heboh yang pertama kali berlangsung di negeri ini.

Antara artis yang mengadakan persembahan malam tadi termasuk Kumpulan Raihan, Yassin (bekas anggota kumpulan nasyid Brothersa), Jamal Abdillah, Jay Jay dan artis dikir barat tersohor negeri ini, Megat Nordin.

Sumber = http://bbckelantan.com



Tuesday, April 6, 2010

Kongsi apa yang ingin dikongsi


Telah Kupilih JalanMu
www.iLuvislam.com
layyinul qalbie
editor : everjihad

Telah kupilih jalanMu
Jalan yang mendekatkan aku padaMu
Jalan orang-orang yang beriman dan beramal soleh
Dan aku yakin sebenar-benarnya
Cintaku padaMu takkan pernah dikecewakan

Namun Tuhan,
Ampuni aku,
Fitrah hati ini terlalu berat untuk kubuang
Terlalu pahit untuk ditelan
Tapi terus-terusan aku gagahkan
Demi menggapai cintaMu Yang Esa

Bantulah aku Tuhan
Jika rinduku ini imaginasi syaitan
Dan kuminta ia dilenyapkan
Andai kasihku berlandaskan nafsu
Kumohon matikanlah rasa cinta
yang belum tentu jadi milikku

Tolonglah aku Tuhan
Untuk mengisi bejana cintaku untukMu
Agar aku takkan pernah dahagakan
Cinta dari insan yang tak halal bagiku
Teguhkan kasihku untukMu
Agar aku tak kecundang dijajah cinta yang dusta
Yang menjadi hijab di antara kita
Tetapkan langkahku di jalan ini

Gagahkan aku Tuhan
Untuk menenggelamkan kapal cinta manusia
Walau ia se'gah' bahtera 'Titanic'
Tetapku pinta ia karam
Jika belayar ia di lautan dosa

Dan kumohon Tuhan
Damaikanlah ombak di hati
Walaupun ribut datang mengundang
Kasihku diikat di dasar Rabbi
Kerana ianya lumrah ujian..
Dan akan kuterus tekadkan janji
Kerana telah kupilih jalanMu.