Taken from somewhere...
*****************
Biasanya,
bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja
diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri,yang
sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…Akan sering merasa
rindu sekali dengan ibunya..Lalu bagaimana dengan AYAH?
Mungkin
kerana ibu lebih sering menelefon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi
tahukah kamu, jika ternyata ayah-lah yang mengingatkan ibu untuk menelefonmu?
Mungkin
dulu sewaktu kamu kecil, ibu-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau
berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sekembalinya ayah dr bekerja dan dengan
wajah lelah ayah selalu menanyakan pada ibu tentang khabarmu dan apa yang kau
lakukan seharian?
Pada
saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil.Ayah biasanya mengajari putri
kecilnya naik basikal .Dan setelah ayah mengganggapmu sudah boleh
menunggangnya, ayah akan melepaskan roda bantu di basikalmu .Kemudian Ibu
bilang : “Jangan dulu ayahnya, jangan ditanggalkan dulu roda bantunya”, itu
kerana ibu takut puteri manisnya akan terjatuh lalu terluka….
Tapi
sedarkah dikau?Bahwa ayah dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan
menjagamu mengayuh basikal dengan seksama kerana dia tahu puteri kecilnya PASTI
mampu melakukannya.
Pada
saat kamu menangis merengek meminta alat permainan yang baru, ibu menatapmu
hiba.Tetapi ayah akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi
tidak sekarang” Tahukah kamu, ayah melakukan itu kerana ayah tidak ingin kamu
menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi.
Saat
kamu ditimpa sakit , ayah lah yang terlalu khawatir sampai kekadang sedikit
membentak dengan berkata : “Sudah di beritahu! kamu jangan minum air
sejuk!”.Berbeza dengan ibu yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut.Ketahuilah,
saat itu ayah benar-benar mengkhuatirkan keadaanmu..
Ketika
kamu sudah beranjak muda remaja..Kamu mulai menuntut pada ayah untuk mendapat
keizinan keluar malam, dan ayah bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak
boleh!”.Tahukah kamu, bahwa ayah melakukan itu untuk menjagamu?Kerana bagi
ayah, kamu adalah sesuatu yang sangat – sangat luar biasa berharga..Setelah itu
kamu marah pada ayah, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…
Dan
yang datang mengetok pintu dan memujukmu agar tidak marah adalah ayah.Tahukah
kamu,bahwa saat itu ayah memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya,
Bahwa ayah sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS
menjagamu?
Ketika
saat seorang teman lelaki mulai sering menelefonmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu,ayah akan memasang wajah
paling cool sedunia…. :’) ayah sesekali menguping atau mengintip saat kamu
sedang berbuall berdua di ruang tamu..Sedarkah kamu, kalau hati ayah merasa
cemburu?
Saat
kamu mulai lebih dipercaya, dan ayah melonggarkan sedikit peraturan untuk
keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya.Maka yang
dilakukan ayah adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati
yang sangat khuatirdan bimbang.Dan setelah perasaan khuatir itu berlarut –
larut.Ketika melihat puteri kecilnya pulang larut malam hati ayah akan mengeras
dan memarahimu..Sedarkah kamu, bahwa ini kerana hal yang di sangat ditakuti
ayah akan segera datang? “Bahwa puteri kecilnya akan segera pergi
meninggalkannya”
Setelah
lulus SPM, Ayah akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Doktor atau
Engineer. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan ayah itu semata –
mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti.Tapi ayah tetap tersenyum dan
menyokongmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan ayah.
Ketika
kamu menjadi gadis dewasa.Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain.ayah harus
melepaskanmu di bandar.Tahukah kamu bahwa badan ayah terasa kaku untuk
memelukmu? Ayah hanya tersenyum sambil memberi nasihat ini – itu, dan
menyuruhmu untuk berhati-hati.Padahal ayah ingin sekali menangis seperti ibu
dan memelukmu erat-erat.Yang ayah lakukan hanya menghapus sedikit air mata di
sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya
sayang”.Ayah melakukan itu semua agar kamu KUAT….kuat untuk pergi dan menjadi
dewasa.
Disaat
kamu kesempitan wang untuk membiayai perbelanjaan semester dan kehidupanmu,
orang pertama yang mengerutkan kening adalah ayah. Ayah pasti berusaha keras
mencari jalan agar anaknya boleh merasa sama dengan teman-temannya yang
lain.Ketika permintaanmu bukan lagi sekadar meminta alat mainan yang baru, dan
ayah tahu ia tidak mampu memberikan apa yang kamu inginkan…
Kata-kata
yang keluar dari mulut Ayah adalah : “Tidak…. Tidak boleh!” Padahal dalam batin
Ayah, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti ayah belikan
untukmu”.Tahukah kamu bahwa pada saat itu Ayah merasa gagal membuat anaknya
tersenyum?
Saatnya
kamu berjaya sebagai seorang sarjana. Ayah adalah orang pertama yang berdiri
dan memberi tepuk tangan untukmu.Ayah akan tersenyum dengan bangga dan puas
melihat “puteri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah
menjadi seseorang” Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada ayah untuk mengambilmu
darinya.Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Kerana Ayah tahu…..Bahwa
lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan
akhirnya….
Saat
ayah melihatmu duduk di kerusi pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di
anggapnya mampu menggantikannya, Ayah pun tersenyum bahagia..Apakah kamu
mengetahui, di hari yang bahagia itu ayah pergi kebelakang pentas pelaminan
sebentar, dan menangis? Ayah menangis karena ayah sangat berbahagia, kemudian
ayah berdoa….Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Ayah berkata: “Ya Allah tugasku
telah selesai dengan baik….Puteri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi
wanita solehah yang cantik….Bahagiakanlah dia bersama suaminya…rahmatilah
kehidupan mereka Ya Allah”
Setelah
itu Ayah hanya mampu menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali
datang untuk menjenguk…Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….Dan badan
serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….Ayah telah
menyelesaikan tugasnya….Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang
harus selalu terlihat kuat…Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak
menangis…Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu.Dan dia
adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU MAMPU” dalam segala
hal..
0 comments:
Post a Comment